Kamis, 20 Desember 2012

evolusi gsm

Teknologi telekomunikasi merupakan salah satu teknologi yang berkembang dengan sangat cepat. Mulai dengan berkembangnya pemanfaatan teknologi VoIP (Voice over Internet Protocol), Teknologi satelit yang memugkinkan kita melakukan komunikasi dimana saja, kapan saja dan oleh siapa saja. Teknologi telekomunikasi bergerak(mobile technology) juga mengalami perkembangan yang sangat cepat dimulai dengan layanan yang kita kenal 1G sampai dengan 4G.

Dalam makalah ini kami akan membahas secara singkat segala perkembangan yang terjadi dari 1G(First Generation), 2G(Second Generation) dan 3G(Third Generation). Selain itu, kami juga akan membahas kehebatan teknologi 4G yang akan mewarnai dunia komunikasi dan informasi masa depan, sehingga komunikasi pun menjadi tidak terbatas pada akhirnya. 4G merupakan inovasi paling penting yang harus disebarluaskan dan diketahui oleh masyarakat luas, karena dengan kehadiran 4G masyarkat mendapatkan sebuah fasilitas mengakses informasi dan berkomunikasi dengan murah tapi juga dengan kecepatan yang tak terbayangkan.

  1. 1G :
    Dalam generasi pertama telekomunikasi bergerak ini, mobile phone menggunakan teknologi AMPS(Advanced Mobile Phone System) yang salah satu operatornya dipegang oleh PT. Komselindo. AMPS menggunakan teknologi analog dimana AMPS bekerja pada frekuensi 800Mhz dan menggunakan metode akses FDMA (Frequency Division Multiple Access). Dalam FDMA setiap pengguna dibedakan berdasarkan frekuensi yang digunakan yakni sebesar 30Khz. Artinya bahwa hanya ada 1 user yang menggunakan frekuensi tersebut, tidak boleh ada 2 user yang menggunakan kanal yang sama baik dalam 1 sel maupun sel tetangganya. Hal ini menyebabkan teknologi AMPS membutuhkan alokasi frekuensi yang besar. Mobile phone yang menggunakan teknologi AMPS ini tergolong berukuran cukup besar secara fisik, karena teknologi AMPS membutuhkan daya yang besar dalam penggunaanya.

    Dalam teknologi AMPS ini, user pengguna mobile phone hanya dapat melakukan kegiatan komunikasi dengan suara, dan tidak bisa mengirim pesan singkat seperti pada SMS atau pada pager.

  2. 2G :
    Pada generasi kedua, munculah teknologi GSM(Global System for Mobile Communications), yang kemudian menggeser popularitas AMPS diawal tahun 1995. Berbeda dengan AMPS yang menggunakan analog, GSM menggunakan teknologi digital. Teknologi digital memiliki kelebihan dibandingkan dengan teknologi analog, disamping menyediakan kapasitas yang besar, system security yang ditawarkan lebih baik dan juga memiliki layanan yang lebih beragam.  GSM menggunakan teknologi akses gabungan antara FDMA (Frequency Division Multiple Access) dan TDMA (Time Division Multiple Access) yang awalnya bekerja pada frekuensi 900 Mhz dimana frekuensi yang digunakan dengan lebar pita 25 KHz pada band frekuensi 900 Mhz.  GSM sangat diminati di dunia, karena kemampuan roamingnya yang luas sehingga dapat dipakai di berbagai negara. Kecepatan akses data GSM hanya 9.6 Kbps karena hanya diperuntukkan untuk suara.

    Selain GSM teknologi digital yang muncul adalah CDMA (Code Division Multiple Access). CDMA menggunakan frekuensi radio 25MHz pada band frekuensi 1800MHz dan dibagi dalam 42 kanal, masing-masing kanal terdiri dari 30KHz. Kecepatan akses data dapat mencapai 153.6Kbps. Metode yang digunakan CDMA lebih efisien dibanding  metode FDMA dan TDMA. CDMA menggunakan frekuensi yang sama dalam waktu yang sama, dan sebagai perbedaan, CDMA menggunakan kode tertentu untuk membedakan user satu dan yang lain. Operator CDMA di Indonesia dikategorikan kedalam kategori FWA (Fixed Wireless Access) sehingga mobilitas penggunaan CDMA di Indonesia menjadi terbatas, padahal CDMA mampu termobilisasi penuh seperti GSM.
  3. 2.5G :
    Pada generasi ini, GPRS(General Packet Data Radio Services) muncul seiring berkembangnya teknologi GSM. Hal ini dikarenakan kebutuhan akan kecepatan akses data yang lebih cepat dari kecepatan GSM biasanya yang hanya mampu mencapai angka 9.6Kbps. Dengan adanya GPRS, sebuah GSM mampu melakukan kecepatan akses data sebesar 115Kbps dengan troughput antara 20 hingga 30 Kbps. GPRS juga memungkinkan pengguna untuk mengirim gambar berwarna menggunakan fasilitas MMS(Mobile Multimedia Massage),  selain itu yang terpenting adalah dengan adanya GPRS, pengguna GSM mampu mengakses internet mobile kapanpun dan dimanapun, selama daerah tersebut tercover oleh fasilitas GPRS.

    Setelah itu muncul EDGE (Enhanced Data for Global Evolution), namun teknologi ini kurang begitu diminati di Indonesia, namun kecepatan yang mampu diberikan oleh EDGE 3-4 kali kecepatan yang diberikan GPRS.

  4. 3G :
    Teknologi 3G didapatkan dari 2 buah jalur teknologi komunikasi bergerak yakni kelanjutan teknologi GSM/GPRS/EDGE dan kelanjutan teknologi CDMA. Teknologi tersebut adalah UMTS(Universal Mobile Telecommunication Services) yang memiliki kecepatan akses data lebih tinggi dibanding GPRS dan EDGE.

    Kecepatan akses data pada UMTS yakni up to 384Kbps pada frekuensi 5KHz sedangkan kecepatan akses yang didapat dengan CDMA1x ED-DO Rel0 sebesar 2.4Mbps pada frekuensi 1.25MHz dan CDMAx ED-DO RelA sebesar 3.1Mbps pada frekuensi 1.25MHz yang merupakan kelanjutan teknologi CDMA. Teknologi 3G sedikit berbeda dengan GSM namun cenderung sama dengan CDMA.

    Kemudian UMTS dikembangkan menggunakan teknik modulasi WCDMA(Wideband CDMA), dimana frekuensi radio sebesar 5MHz pada band 1900MHz dan rate chipnya sebesar 3.84Mcps(Mega Chip Per Second). Dari situ muncul istilah baru yang disebut dengan HSDPA(High Speed Packet Downlink Access). UMTS tipe ini membutuhkan penambahan RNC(Radio Access Network) dan base station WCDMA(node B) dan membutuhkan upgrade software pada MSC, SGSN, GGSN.  Oleh karena itu implementasi teknologi ini membutuhkan biaya yang cukup besar.
    Layanan yang mampu diberikan dalam teknologi 3G adalah video conference, video call, video streaming, video mail dan internet browsing.
  5. 4G :
    4G merupakan teknologi lanjutan setelah 3G. Teknologi ini juga dikenal dengan nama ‘3G and Beyond’ yang diresmikan oleh IEEE(Institute of Electrical and Electronics Engineers). Teknologi ini dikembangkan karena adanya kebutuhan akan akses data yang cepat dan juga full mobile, artinya bahwa kita dapat mengakses internet dimanapun dan kapanpun juga dengan kecepatan yang tak terbatas. Dalam 4G kita mampu melakukan akses dengan kapasitas kanal sebesar 10Mbps, 30Mbps, bahkan hingga 100Mbps, puluhan kali lebih cepat dibandingkan dengan teknologi sebelumnya dalam 3G.

    4G menawarkan segala jenis layanan dengan harga yang terjangkau. Handset yang telah dilengkapi dengan 4G akan langsung mempunyai nomor IP v6 dilengkapi dengan kemampuan untuk berinteraksi internet telephony yang berbasisSession Initiation Protocol (SIP).  Dengan begitu sebuah video call dapat berlangsung dengan kualitas yang lebih baik atau bahkan dalam definisi yang lebih tinggi (high definition) tanpa harus tersendat-sendat seperti pada teknologi 3G.

    Tidak lama lagi internet telephony akan menjadi tulang punggung infrastruktur telekomunikasi. Semua orang mampu berkomunikasi tanpa menggunakan provider yang berbayar.  Cukup menggunakan VoIP(Voice Over Internet Protocol) yang di support oleh kecepatan luar biasa yang diberikan pada teknologi 4G.

    Teknologi 4G yang paling ditunggu-tunggu saat ini adalah WiMAX(Worldwide Interoperability for Microwave access). Kecepatannya yang dapat mencapai 100Mbps serta jangkauannya yang dapat mencapai 10Mil membuat WiMAX membuka era baru dalam berkomunikasi. Untuk lebih lengkapnya mari kita simak ulasan singkat mengenai WiMAX pada page selanjutnya.

      sumber : http://dapitocir.blog.binusian.org/2010/06/23/evolusi-teknologi-komunikasi-1g-to-4g/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar